Kan Tiba Waktunya

Sesak dadaku merindukannya
Galau hatiku menunggunya
Entah kapan penantianku berakhir
Karena selalu kuharap kau hadir

Ingin kupandang cantik wajahmu
Ingin kutatap indah matamu
Tak akan bias kugapai inginku
Karena engkau tak ada disisiku

Biarkanlah air terus mengalir
Biarkanlah angin tetap berhembus
Perasaan ini tak akan aus
Walau terkikis air tertiup angin

Pasti kan tiba saat nya
Seiring waktu berlalu
Penantian panjang tak akan sia sia
Karena pengakuannya kan datang pada waktunya

Ths ‘98
200708

Damai

Menandang langit, kulihat rembulan.
Mengintip di antara awan kelam.
Yang bergelantungan di angkasa.
Ditemani bintang2 yang menari di kalbu suram.

Ku termangu menatap pemandangan itu.
Membelai raga ku yang letih.
Membuai hati ku yang lelah.
Menyinari jiwa ku yang gundah.

Kau damai kan aku.
Jangan lah malam ku berlalu.
Berharap pagi tak hampiri ku.
Karna ku tak mau berpisah dari mu.

Ths'98
160708

Senja

Apakah senja?
Saat sentuhmu obati sesak dadaku
Saat tatapku berhenti di indah parasmu

Apakah senja?
Ketika setiap hari kuimpikan hadirmu
Ketika setiap waktu kuinginkan dirimu

Apakah senja?
Saat ku termenung memikirkan impianku padamu
Saat ku menangis pikirkan impian yg tak mungkin tercapai

Apakah senja?
Suasana hatiku yg jingga
Hangat dan meratap pilu

Vhiecha
140708

Entah

Kala ku diam dalam gelapku
Kulihat lentera dihadapanku
Terangi malamku temani sepiku
Tenangkan gundahku damaikan jiwaku

Bercengkrama dalam sepi, tanpa suara
Berpelukan dalam dingin, tanpa tersentuh
Ingin kutatap matanya, tapi ku silau
Ingin ku belai dia, tapi ku tak tahu dimana

Tak kudengar suara dalam bisiknya
Tak kurasa sentuh dalam belainya
Tak kulihat mata dalam tatapnya
Tak kurasa hangat dalam peluknya

Impian dan khayal besatu dalam nyata
Kulihat dan kurasa tapi dia tiada
Ingin ku peluk dalam dingin dan hasratku
Tapi, dia tak pernah nyata


Ths ’98
130708

Kelabu Malam

Angin berhembus menyanyikan lagu sedih.
Dedaunan menari2 sendu mengamini kesedihan ku.
Kesunyian malam di iringi musik alam.
Rembulan pun enggan keluar dari balik awan.
Warna warni yang begitu indah pun sirna.
Kala sang surya telam kembali ke peraduan nya.

Ths ‘98
080708

Deritaku

Kalaku membutuhkanmu, aku kau tinggalkan.
Ketika aku makin mencintaimu, aku kau telantarkan.
Waktu aku menginginkanmu, aku kau hempaskan.
Semakin aku menyayangimu, aku kau campakkan.

Perasaanku teriris, hatiku menangis.
Aku bersedih, walau aku tetap gigih.
Selalu ku berharap, Tuhan akan menghukummu.
Agar engkau tanggap, betapa menderitanya aku.

Ths '98
080608

Kenangan

Kenangan akan diri mu
Ingin ku melupakannya
Demi masa depan ku
Tidak...aku tak bisa

Kenangan akan diri mu
Seolah terus menghantui
Mengingatkan aku pada pahit dan manisnya kebersamaan
Tisak...aku mau kau lenyap

Mungkin... waktu yang kita lewati bersama begitu singkat
Tetap menyisakan memori yang sangat dalam
Indah dan buruk... telah terakar di jiwa
Hingga aku tak mampu tuk menghilangkan nya

Dik... Bantu aku melupakan mu
Ku tak sanggup membenci diri mu
Aku sangat menyayangi mu, hingga waktu seolah membunuhku kala kau pergi dari hidupku
Beri aku kekuatan menlenyapkan masa lalu.

Ths '98
231207

Ruang Hati

Aku tak tahu apakah berjuta maaf akan cukup.
Setelah sekian banyak salah yang telah aku perbuat.
Tanda mata yang kau berikan padaku.
Telah tersimpan dengan baik di hatiku.

Aku tak akan bisa melupakan kau yang ku sayang.
Walau mungkin kau akan pergi dari sisiku.
Kejar bahagia dalam impian nyata.
Berbagi cerita cinta menyesak dada.

Apa takdir begitu kejam kepadaku hingga waktu pun tak memihakku.
Tak berlalu malam, tak hadir pagi ku.
Tetap selalu menanti rindu tak bertepi.
Menyepi dan sendiri.

Ths '98
231206

Rindu

Musim gugur telah berlalu
Datanglah musim semi hampiri aku
Bunga-bunga bermekaran
Semakin indah alam kupandang

Aku
Semakin hari semakin bersemi
Lewati hari penuh ceria
Bagai semua beban telah limpah jatuh ketanah
Apakah ini tandanya cinta

Dengar suaramu semakin buatku tenang
Dengar suaramu semakin buatku senang
Dengar suaramu semakin buatku terlelap
Dalam buai rindu yang semakin mendalam

Bingung…..
Gelisah…..
Takut…..
Rindu…..

Semua menjadi satu
Membuat hati menjadi nyaman
Bagai sedang dipeluk jutaan peri
Apakah ini tandanya cinta

Setiap hari selalu terngiang namamu
Seperti sudah terekam dalam hatiku
Namamu lekat dalam ingatan
Takkan lekang dimakan waktu

Aku dan dirimu
Kapan kita bisa bertemu
Makin tak sabar untuk bersatu
Bila bertemu lepaskan rindu


Ths ‘98
310706

Bencana

Kala ia datang
Semua orang jadi bimbang
Binasakan apapun yang dipandang
Buat yang ada menjadi hilang

Sisakan pedih
Tinggalkan pedih
Membuat semua merasa sedih
Jadikan kita merasa tersisih

Suara tangis
Teriak histeris
Para manusia yang tak berdaya
Membuat ia semakin merajalela

Bayang-bayang akan dirinya
Rasa trauma tertinggal dalam kita
Tak akan pernah hilang selamanya
Walau kita selalu berusaha melupakannya

Ths ‘98
080405

Labels