Kala ku diam dalam gelapku
Kulihat lentera dihadapanku
Terangi malamku temani sepiku
Tenangkan gundahku damaikan jiwaku
Bercengkrama dalam sepi, tanpa suara
Berpelukan dalam dingin, tanpa tersentuh
Ingin kutatap matanya, tapi ku silau
Ingin ku belai dia, tapi ku tak tahu dimana
Tak kudengar suara dalam bisiknya
Tak kurasa sentuh dalam belainya
Tak kulihat mata dalam tatapnya
Tak kurasa hangat dalam peluknya
Impian dan khayal besatu dalam nyata
Kulihat dan kurasa tapi dia tiada
Ingin ku peluk dalam dingin dan hasratku
Tapi, dia tak pernah nyata
Ths ’98
130708
Entah
Category: Love Poetry
Posted by, the Beast at Sunday, July 13, 2008 0 comments
Kelabu Malam
Angin berhembus menyanyikan lagu sedih.
Dedaunan menari2 sendu mengamini kesedihan ku.
Kesunyian malam di iringi musik alam.
Rembulan pun enggan keluar dari balik awan.
Warna warni yang begitu indah pun sirna.
Kala sang surya telam kembali ke peraduan nya.
Ths ‘98
080708
Category: Life Poem
Posted by, the Beast at Tuesday, July 08, 2008 0 comments
Deritaku
Kalaku membutuhkanmu, aku kau tinggalkan.
Ketika aku makin mencintaimu, aku kau telantarkan.
Waktu aku menginginkanmu, aku kau hempaskan.
Semakin aku menyayangimu, aku kau campakkan.
Perasaanku teriris, hatiku menangis.
Aku bersedih, walau aku tetap gigih.
Selalu ku berharap, Tuhan akan menghukummu.
Agar engkau tanggap, betapa menderitanya aku.
Ths '98
080608
Category: Love Poetry
Posted by, the Beast at Sunday, June 08, 2008 0 comments
Kenangan
Kenangan akan diri mu
Ingin ku melupakannya
Demi masa depan ku
Tidak...aku tak bisa
Kenangan akan diri mu
Seolah terus menghantui
Mengingatkan aku pada pahit dan manisnya kebersamaan
Tisak...aku mau kau lenyap
Mungkin... waktu yang kita lewati bersama begitu singkat
Tetap menyisakan memori yang sangat dalam
Indah dan buruk... telah terakar di jiwa
Hingga aku tak mampu tuk menghilangkan nya
Dik... Bantu aku melupakan mu
Ku tak sanggup membenci diri mu
Aku sangat menyayangi mu, hingga waktu seolah membunuhku kala kau pergi dari hidupku
Beri aku kekuatan menlenyapkan masa lalu.
Ths '98
231207
Category: Love Poetry
Posted by, the Beast at Sunday, December 23, 2007 0 comments
Ruang Hati
Aku tak tahu apakah berjuta maaf akan cukup.
Setelah sekian banyak salah yang telah aku perbuat.
Tanda mata yang kau berikan padaku.
Telah tersimpan dengan baik di hatiku.
Aku tak akan bisa melupakan kau yang ku sayang.
Walau mungkin kau akan pergi dari sisiku.
Kejar bahagia dalam impian nyata.
Berbagi cerita cinta menyesak dada.
Apa takdir begitu kejam kepadaku hingga waktu pun tak memihakku.
Tak berlalu malam, tak hadir pagi ku.
Tetap selalu menanti rindu tak bertepi.
Menyepi dan sendiri.
Ths '98
231206
Category: Life Poetry
Posted by, the Beast at Saturday, December 23, 2006 0 comments
Rindu
Musim gugur telah berlalu
Datanglah musim semi hampiri aku
Bunga-bunga bermekaran
Semakin indah alam kupandang
Aku
Semakin hari semakin bersemi
Lewati hari penuh ceria
Bagai semua beban telah limpah jatuh ketanah
Apakah ini tandanya cinta
Dengar suaramu semakin buatku tenang
Dengar suaramu semakin buatku senang
Dengar suaramu semakin buatku terlelap
Dalam buai rindu yang semakin mendalam
Bingung…..
Gelisah…..
Takut…..
Rindu…..
Semua menjadi satu
Membuat hati menjadi nyaman
Bagai sedang dipeluk jutaan peri
Apakah ini tandanya cinta
Setiap hari selalu terngiang namamu
Seperti sudah terekam dalam hatiku
Namamu lekat dalam ingatan
Takkan lekang dimakan waktu
Aku dan dirimu
Kapan kita bisa bertemu
Makin tak sabar untuk bersatu
Bila bertemu lepaskan rindu
Ths ‘98
310706
Category: Love Poetry
Posted by, the Beast at Monday, July 31, 2006 0 comments
Bencana
Kala ia datang
Semua orang jadi bimbang
Binasakan apapun yang dipandang
Buat yang ada menjadi hilang
Sisakan pedih
Tinggalkan pedih
Membuat semua merasa sedih
Jadikan kita merasa tersisih
Suara tangis
Teriak histeris
Para manusia yang tak berdaya
Membuat ia semakin merajalela
Bayang-bayang akan dirinya
Rasa trauma tertinggal dalam kita
Tak akan pernah hilang selamanya
Walau kita selalu berusaha melupakannya
Ths ‘98
080405
Category: Life Poetry
Posted by, the Beast at Friday, April 08, 2005 0 comments
Sayap
Ingin aku terbang ke angkasa.
Merengkuh rembulan malam nan jelita.
Mungkin ingin ini kan tetap sekedar ingin.
Karena aku tak memiliki sepasang sayap.
Sanggupkah aku tuk merasai lembut nya awan.
Seperti burung yang menari nari membelah sang bayu.
Menjemput keindahan karunia sang Pencipta.
Bebas lepas mengarungi kolong langit tak berbatas.
Pinjami aku sayap indah mu.
Ku ingin terbang dan bebas dari galau hati.
Mengejar matahari dan membakar diri.
Semua aral yang akan ku pungkiri.
Ths '98
231202
Category: Life Poetry
Posted by, the Beast at Monday, December 23, 2002 0 comments
Perpisahan
Waktu terus berjalan.
Dan tak terasa kita kan terpisah.
Lalu kini, hitungan hari telah dimulai.
Memuju saat saat perpisahan.
Apa yang bisa kita lakukan.
Demi waktu yang tersisa.
Mencoba tuk menoreh kenangan indah.
Kembali menjadi pelipur hati.
Kasih....
Mengapa ini harus terjadi.
Apakah perpisahan ini akan datang.
Dikala kita masih saling membutuhkan.
Sayang....
Ini mungkin hanya sementara.
Janji ku padamu, mungkin tak bisa ku tepati.
Entah kapan kan bersama lagi.
Ths '98
240902
Category: Love Poetry
Posted by, the Beast at Tuesday, September 24, 2002 0 comments
Bunda
Kini kurasakan matahari tak lagi bersahabat.
Langit pun seakan runtuh menimpa tanah kering ini.
Bintang bintang tak lagi ingin menemani malam.
Hingga hujan tak mau beranjak turun hampiri haus ku.
Ketika rasa ini berlari mengejar waktu yang bergulir kencang.
Langkahku berat tak termakan aral terjal jalan ku.
Mengais harapan yang tertindas keinginan semu.
Koyak jala impian terajut berabad waktu ku.
Doa mu adalah bait bait lagu terindah sertai perjalanan.
Restu mu bagai roda mempercepat pengembaraan.
Kasih mu tak lekang oleh waktu dan setia menemaniku.
Hadir mu adalah anugrah terbesar dalam hidupku.
Terima kasih Bunda.
Atas segala pengorbanan mu.
Tanpa mu, tak akan aku menghirup udara kehidupan.
Tanpa mu, tak akan aku mampu berjalan melewati sang waktu.
Tanpa mu, tak akan aku bisa menyaksikan keindahan dunia ini.
Terima kasih Bunda.
Aku selalu menyayangi dan mengasihimu.
Walau hari hari ku tak mampu tuk membalas semua pengorbanan mu.
Ku kan tetap setia mendampingimu.
Ths '98
220501
Category: Poetry
Posted by, the Beast at Tuesday, May 22, 2001 0 comments
Labels
- Friends' Poetry (6)
- Life Poem (2)
- Life Poetry (13)
- Love Poetry (31)
- Poetry (2)


