Aku Rindu

Aku selalu bertanya tanya akan siapakah aku.
Mencabut jiwaku dalam ruang waktu.
Mencercah raga pada malam sendu.
Aku rindu.

Menoreh kesetiaan kulakukan buat mu seorang.
Berbalas sakit hati tak kunjung sirna.
Haruskah ku pergi menjauh untuk dikenang.
Melebur dalam cahaya mentari senja.

Abadi tak akan pernah menjadi milik ku.
Selalu ternoda akan kotoran kalbu.
Kilau permata telah membutakan hati.
Tak lagi tepati.

[Ths '98 ~ 310109]

Kasat

Jiwa tak selalu ada dalam raga.
Ingin menuai benih takdir terabaikan.
Melawan kata dan niat terbelenggu sukma.
Timbul dan tenggelam dalam ombak lautan.

Menyusuri keindahan tak kasat mata.
Idamkan kebahagiaan semu tak kunjung tiba.
Aku lelah, aku letih menunggunya.
Aku terbawa, hanyut dan terlena.

Koyak hati ini dalam penantian.
Tak mampu melanjutkan petualangan.
Terjatuh dan tak ingin bangkit.
Kenangan nya jangan pernah diungkit.

[Ths '98 ~ 310109]

Kau Kekasihku

Sayup nampak dirimu
Malaikat elok tak bersayap
Tak henti ku kejar kau
Dan derita ku lalui
Kita pun bersatu

Namun ku tak kuasa
Aku manusia bukan dewa
Bukan Tuhan bukan roh
Ku punya kesalahan
Mutiaramu berlinang

Ku menyesal ku memohon
Aku tahu salahku
Aku rindu senyummu
Aku rindu cintamu
Hampa ku tanpamu

Kau beriku hatimu
Kau terima jiwaku
Walau semua salahku
Ku tahu kau sakit
Tapi bukan kehendakku

Kini yang terakhir
Tak kusiakan hati ini
Gejolak rinduku mendalam
Kan ku peluk erat
Namun ku tak bisa

Ku berharap nanti
Kita kan nyata menyatu
Genggam tanganku erat
Tak ku rela kau pergi
Kau kekasihku

Requnix
301208

Tak Meragu

Ketika ku dengar suaramu
Masih ada rasa sayang untukku disana
Samar juga kudengar kau masih merinduku
Walau hanya sebatas suara

Aku tak ingin ragu akan kasihmu untukku
Aku tak mau, meski terkadang rasa itu muncul
Aku telah meyakinkan diriku akan cintamu
Dan aku tau, masih ada tempat dihatimu untukku

Meski jarak membentang lebar diantara kita
Meski raga tak pernah bersentuhan
Ku bisa merasakan belai kasihmu
Aku selalu merindukan dirimu

Ths '98
181108

Arti sebuah Pengharapan

Sayang....
Masihkah ada cinta untukku
Disini aku menunggu hadirmu
Yang kau janjikan kala itu
Tak terbias harapku padamu

Sayang....
Aku masih menginginkan dirimu sebagai pendampingku
Tak terbatas kata ini tuk nyatakan cinta untukmu
Ku ingin penantian ini segera berakhir
Walau mungkin aku harus melawan takdir

Sayang....
Telah kusiapkan tempat di hati ini
Menanti hadirmu tuk mengisi
Aku tak tau kapan hari itu kan tiba
dan aku tau pengharapan ini tak akan berakhir hampa

Ths '98
161108

Doa Ku

Kau telah meninggalkan ku
Pergi dari hidup ku mulai langkah baru
Tak indah kau di mata
Tapi….ku tak mampu mencegah

Tak terasa, berlinang mataku
Bila kembali teringat kenangan dulu
Kala masih bersama mu disana
Tapi…ku tak mampu mencegah

Hari ini adalah hari mu
Hari yang selalu kau tunggu
Aku tak lupa akan ini
Walau kau tak lagi bersama ku

Selamat ulang tahun adik manis ku
Sukses dan bahagia selalu bersama mu
Bait-bait indah menyertai perjalanan mu
Selalu kusematkan dalam setiap doa ku

Ths ‘98
101108

Mimpi Buruk

Tergelar tabir sutra berwarna merah
Menutup gerbang hati terluka
Pahit dan sakitnya cinta menggores
Menyisakan perih akan luka itu

Menghilang aku dari dunia ini
Mungkin hanya untuk sementara
Walau berat aku tetap melangkah
Tinggal asa yang buatku bertahan

Seolah dikebiri rasa sakit hati
Aku tak mampu menghadapi perbedaan
Kelam masa lalu, hitam masa depanku
Terkias dalam mimpi buruk disetiap malamku

Ths '98

091108

Menunggu

Datanglah kasih, aku selalu menunggu.
Peluk dan dekap aku, lepaskan rindu.
Telah lama kunanti, waktu tak kunjung berlalu.
Menahan rasa ini, melampiaskan rinduku.

Jangan kau pergi lagi dari dunia ku.
Tak kuasa ku memendam rasa ini tuk bersama.
Tak sanggup ku menahan rindu, selalu menghantui.
Tiupan sang bayu tak lenyapkan sepi ini.

Ku ingin kau jadi pendamping raga ku.
Ku ingin kau jadi pengisi jiwa kosong ini.
Belahan hati, jiwa dan raga.
Tak terberai masa, dalam mimpi abadi.

Ths '98
041108

Izinkanlah Aku

Aku tak bisa memahami.
Apa mungkin aku tak akan pernah.
Tak lelah aku meyakini diri ini.
Dan tak bisa kupungkiri bahwa aku menyayangimu.

Tak ku berhenti berharap meski ku ingin.
Kau ada menemani setiap derap langkah ku.
Berjalan dan berlari menyusuri lembah asa.

Izinkanlah aku tuk menapak jalanan mu.
Izinkanlah aku tuk berbagi suka dan duka mu.
Terbersit mata ini memandang tahta dunia.
Tahta yang mungkin tak bisa menjadi nyata.

Ths '98
011008

Esok

Lantunan lagu sendu mengiringi langkah demi langkah ini
Kalbu gelap semakin kelam tak terbias temaram cahaya matahari
Akankah esok menjadi lebih terang demi waktu yang akan berganti
Terusik nafsu amarah mengibas kesunyian terkurung abadi

Ths ‘98
240908

Labels