Sang Bintang

Temaram cahaya samar kulihat.
Berkedipan seolah menari menghiasi malam.
Langit kelam pun ceria kembali.
Menyambut engkau sang penguasa malam.

Meski awan kelabu bergelantungan.
Membelakangi kehidupan malam.
Aku yakin kau tetap kan bersinar.
Dan tak akan tenggelam dalam kegelapan.

Wahai engkau sang Bintang.
Setia selalu bersambut ceria.
Tak kupandang lagi latar kelam.
Kau menjadi terangku dan sinari malamku.

Ths '98
060308

Pesonamu

Tanda mata kemurnian embun pagi.
Hampa ruang hati ini terobati senyum yang tersungging indah.
Merdu suara fajar tak seindah suaramu.
Yang kudengar bagai suara dari surga menyejukkan jiwa.

Mentari senja di ufuk barat.
Tak secerah wajah manismu nan elok.
Bagai rembulan sinari malam kelam.
Bagai bintang bintang menghiasi langit temaram.

Menghadirkan sejuta makna tak terhingga.
Membiaskan sepi kala kutermangu disini.
Setia menemaniku menambal lubang dihati.
Tak lelah kau menjadi malam kala ku terjaga.

Ths '98
030209

Aku Bukan Untukmu

Jangan salahkan apapun atas semua keadaan.
Jalan takdir jelas akan adanya.
Berpihak pada waku, berpihak pada kenyataan.
Tak mungkin mengingkari yang telah terjadi.

Kau datang disaat aku membutuhkan pendamping.
Tapi, jalan yang ditempuh tak satu arah.
Kita tak mungkin menentang takdir.
Dan kita tak mungkin bersama.

Maaf atas kelancanganku.
Maaf atas keterus terangan ini.
Ku tak ingin menjadi penghalang atas perjalananmu.
Ku tahu takdirmu tak berpihak padaku.

Ku tak ingin menyayangimu.
Aku tak bisa dan aku tak mau kehilangan lagi.
Ku harus melepasmu.
Membuang rasa sakit yang dulu pernah kualami.

Lanjutkan perjalanan mu.
Temukan arti cintamu pada diri nya.
Pergi dan kejarlah dia.
Aku rela tuk melepasmu.

Ths '98
250209

Kau Yang Kucari

Senja datang, mentari merangkak pulang.
Kemerahan langit sore, indah dan menantang.
Jangan abaikan dan menghilang.
Kemari dan kembali datang.

Gelap mulai menaungi sang malam.
Redup, remang dan temaram.
Rembulan hadir buat ku tak lagi kelam.
Bagai asmara yang tak pernah akan padam.

Memejam mata dan membayang.
Indah matamu dan manis senyummu.
Meraih tanganmu dan kupegang.
Seakan tak ingin ku lepaskan dirimu.

Kubangun dari lamunan sejenak ini.
Kusadari akan kekosongan hati.
Apakah dirimu yang selama ini kucari.
Untuk mengisi kekosongan hati.

Kini kutahu engkau adalah anugerah.
Takdir yang selama ini hadir dalam setiap mimpi.
Perjalanan harus segera kuakhiri.
Telah kutemukan kau yang kucari.

Ths '98
190209

Biarkan

Surya tak mungkin terbit dari barat.
Senja pun tak akan berada ditimur.
Tiada yang mustahil buat kita.
Menampik kenyataan adalah dosa.

Haruskah aku mengelilingi dunia tuk mencarimu.
Haruskah aku mengarungi samudra tuk mencari kunci hatimu.
Disuatu saat mungkin aku akan menyerah.
Tapi itu bukan sekarang.

Gombal kalau aku akan melakukan itu.
Karna ku tahu kau ada untukku.
Semudah itukah kau membiarkan hatimu tertutup.
Hanya engkau yang punya jawabannya.

Hidup yang cuma sekali ini jangan kau siakan.
Kau menginginkan tapi kau takut tuk terbuka.
Jangan pungkiri perasaan mu untukku.
Biarlah kumasuk dan tinggal di hatimu.

Ths '98
170209

Kembalinya Sang Surya

Hari ini begitu cerah kala sang surya menaungi dengan cahayanya.
Membiaskan embun pagi di dedaunan.
Kidung alam senandung riang.
Burung menari-nari bermain ditepian angin.

Telah lama tak kurasakan lagi kehangatan ini.
Mentari telah kembali menyinari bumi.
Dan aku kini tak lagi merasa sendiri.
Kicau merdu dan semerbak harum menemani.

Entah sampai kapan kan kurasakan indah dunia.
Entah sampai kapan kan kunikmati surga dunia.
Ketika raga menua dan hidup harus diakhiri.
Ketika kusadar bahwa aku tak abadi.

Ths '98
160209

Surat Cintaku

Senyum manismu selalu terbayang.
Gelak tawamu tetap terngiang.
Kau tak ada disisi, jiwamu tetap datang.
Ku membayang hadirmu, kau ada di seberang.

Aku akan menemani langkah mu.
Membiaskan hati merindu.
Digelar indah arak-arakan sang mega.
Kilau megah sinar matahari senja.

Impian akan cinta termakan asa.
Khayal tentang dirimu akankah nyata.
Ku semaikan harapan di ladang cinta.
Ku tuai apabila t'lah tiba masanya.

Ths '98
140209

Aku Rindu

Aku selalu bertanya tanya akan siapakah aku.
Mencabut jiwaku dalam ruang waktu.
Mencercah raga pada malam sendu.
Aku rindu.

Menoreh kesetiaan kulakukan buat mu seorang.
Berbalas sakit hati tak kunjung sirna.
Haruskah ku pergi menjauh untuk dikenang.
Melebur dalam cahaya mentari senja.

Abadi tak akan pernah menjadi milik ku.
Selalu ternoda akan kotoran kalbu.
Kilau permata telah membutakan hati.
Tak lagi tepati.

[Ths '98 ~ 310109]

Kasat

Jiwa tak selalu ada dalam raga.
Ingin menuai benih takdir terabaikan.
Melawan kata dan niat terbelenggu sukma.
Timbul dan tenggelam dalam ombak lautan.

Menyusuri keindahan tak kasat mata.
Idamkan kebahagiaan semu tak kunjung tiba.
Aku lelah, aku letih menunggunya.
Aku terbawa, hanyut dan terlena.

Koyak hati ini dalam penantian.
Tak mampu melanjutkan petualangan.
Terjatuh dan tak ingin bangkit.
Kenangan nya jangan pernah diungkit.

[Ths '98 ~ 310109]

Kau Kekasihku

Sayup nampak dirimu
Malaikat elok tak bersayap
Tak henti ku kejar kau
Dan derita ku lalui
Kita pun bersatu

Namun ku tak kuasa
Aku manusia bukan dewa
Bukan Tuhan bukan roh
Ku punya kesalahan
Mutiaramu berlinang

Ku menyesal ku memohon
Aku tahu salahku
Aku rindu senyummu
Aku rindu cintamu
Hampa ku tanpamu

Kau beriku hatimu
Kau terima jiwaku
Walau semua salahku
Ku tahu kau sakit
Tapi bukan kehendakku

Kini yang terakhir
Tak kusiakan hati ini
Gejolak rinduku mendalam
Kan ku peluk erat
Namun ku tak bisa

Ku berharap nanti
Kita kan nyata menyatu
Genggam tanganku erat
Tak ku rela kau pergi
Kau kekasihku

Requnix
301208

Labels