Mencari Damai

Tak ada lagi kepingan pagi
Tak ada lagi embun membasi
Matahari bukan sabahat lagi
Malam pun menusuk hati

Panas nya siang hari
Dingin nya malam hari
Kian menyiksa diri
Kian memaksa tuk akhiri

Damai kian menjauh
Sepi pun merambat pergi
Riuh jalanan memekak telinga
Tangis sunyi menyesak dada

Ingin ku menjauh pergi
Melangkah jauh menyepi
Mencari sunyi entah dimana
Meraih kembali damai yang pergi

Ths '98
030511

CINTA

Artikanlah sebuah senyuman yang tersungging.
Aku disini selalu dan setia menemani hari mu.
Apa yang akan terjadi esok selalu menjadi misteri.
Tapi janganlah kau berpaling dari memori.

Raga ini terpaku disini.
Dikala angan tak pelak selalu ingin melayang kesana.
Buanglah jauh mimpi tentang cerita kelam.
Hapus air mata tuk esok yang masih silau.

Biarlah cerita ini menjadi lembaran kisah kita.
Hangat dan mesra tak tersentuh raga.
Bersama kita untai kasih ini.
Kita........

Ths '98
270609

Sang Bintang

Temaram cahaya samar kulihat.
Berkedipan seolah menari menghiasi malam.
Langit kelam pun ceria kembali.
Menyambut engkau sang penguasa malam.

Meski awan kelabu bergelantungan.
Membelakangi kehidupan malam.
Aku yakin kau tetap kan bersinar.
Dan tak akan tenggelam dalam kegelapan.

Wahai engkau sang Bintang.
Setia selalu bersambut ceria.
Tak kupandang lagi latar kelam.
Kau menjadi terangku dan sinari malamku.

Ths '98
060308

Pesonamu

Tanda mata kemurnian embun pagi.
Hampa ruang hati ini terobati senyum yang tersungging indah.
Merdu suara fajar tak seindah suaramu.
Yang kudengar bagai suara dari surga menyejukkan jiwa.

Mentari senja di ufuk barat.
Tak secerah wajah manismu nan elok.
Bagai rembulan sinari malam kelam.
Bagai bintang bintang menghiasi langit temaram.

Menghadirkan sejuta makna tak terhingga.
Membiaskan sepi kala kutermangu disini.
Setia menemaniku menambal lubang dihati.
Tak lelah kau menjadi malam kala ku terjaga.

Ths '98
030209

Aku Bukan Untukmu

Jangan salahkan apapun atas semua keadaan.
Jalan takdir jelas akan adanya.
Berpihak pada waku, berpihak pada kenyataan.
Tak mungkin mengingkari yang telah terjadi.

Kau datang disaat aku membutuhkan pendamping.
Tapi, jalan yang ditempuh tak satu arah.
Kita tak mungkin menentang takdir.
Dan kita tak mungkin bersama.

Maaf atas kelancanganku.
Maaf atas keterus terangan ini.
Ku tak ingin menjadi penghalang atas perjalananmu.
Ku tahu takdirmu tak berpihak padaku.

Ku tak ingin menyayangimu.
Aku tak bisa dan aku tak mau kehilangan lagi.
Ku harus melepasmu.
Membuang rasa sakit yang dulu pernah kualami.

Lanjutkan perjalanan mu.
Temukan arti cintamu pada diri nya.
Pergi dan kejarlah dia.
Aku rela tuk melepasmu.

Ths '98
250209

Kau Yang Kucari

Senja datang, mentari merangkak pulang.
Kemerahan langit sore, indah dan menantang.
Jangan abaikan dan menghilang.
Kemari dan kembali datang.

Gelap mulai menaungi sang malam.
Redup, remang dan temaram.
Rembulan hadir buat ku tak lagi kelam.
Bagai asmara yang tak pernah akan padam.

Memejam mata dan membayang.
Indah matamu dan manis senyummu.
Meraih tanganmu dan kupegang.
Seakan tak ingin ku lepaskan dirimu.

Kubangun dari lamunan sejenak ini.
Kusadari akan kekosongan hati.
Apakah dirimu yang selama ini kucari.
Untuk mengisi kekosongan hati.

Kini kutahu engkau adalah anugerah.
Takdir yang selama ini hadir dalam setiap mimpi.
Perjalanan harus segera kuakhiri.
Telah kutemukan kau yang kucari.

Ths '98
190209

Biarkan

Surya tak mungkin terbit dari barat.
Senja pun tak akan berada ditimur.
Tiada yang mustahil buat kita.
Menampik kenyataan adalah dosa.

Haruskah aku mengelilingi dunia tuk mencarimu.
Haruskah aku mengarungi samudra tuk mencari kunci hatimu.
Disuatu saat mungkin aku akan menyerah.
Tapi itu bukan sekarang.

Gombal kalau aku akan melakukan itu.
Karna ku tahu kau ada untukku.
Semudah itukah kau membiarkan hatimu tertutup.
Hanya engkau yang punya jawabannya.

Hidup yang cuma sekali ini jangan kau siakan.
Kau menginginkan tapi kau takut tuk terbuka.
Jangan pungkiri perasaan mu untukku.
Biarlah kumasuk dan tinggal di hatimu.

Ths '98
170209

Kembalinya Sang Surya

Hari ini begitu cerah kala sang surya menaungi dengan cahayanya.
Membiaskan embun pagi di dedaunan.
Kidung alam senandung riang.
Burung menari-nari bermain ditepian angin.

Telah lama tak kurasakan lagi kehangatan ini.
Mentari telah kembali menyinari bumi.
Dan aku kini tak lagi merasa sendiri.
Kicau merdu dan semerbak harum menemani.

Entah sampai kapan kan kurasakan indah dunia.
Entah sampai kapan kan kunikmati surga dunia.
Ketika raga menua dan hidup harus diakhiri.
Ketika kusadar bahwa aku tak abadi.

Ths '98
160209

Surat Cintaku

Senyum manismu selalu terbayang.
Gelak tawamu tetap terngiang.
Kau tak ada disisi, jiwamu tetap datang.
Ku membayang hadirmu, kau ada di seberang.

Aku akan menemani langkah mu.
Membiaskan hati merindu.
Digelar indah arak-arakan sang mega.
Kilau megah sinar matahari senja.

Impian akan cinta termakan asa.
Khayal tentang dirimu akankah nyata.
Ku semaikan harapan di ladang cinta.
Ku tuai apabila t'lah tiba masanya.

Ths '98
140209

Aku Rindu

Aku selalu bertanya tanya akan siapakah aku.
Mencabut jiwaku dalam ruang waktu.
Mencercah raga pada malam sendu.
Aku rindu.

Menoreh kesetiaan kulakukan buat mu seorang.
Berbalas sakit hati tak kunjung sirna.
Haruskah ku pergi menjauh untuk dikenang.
Melebur dalam cahaya mentari senja.

Abadi tak akan pernah menjadi milik ku.
Selalu ternoda akan kotoran kalbu.
Kilau permata telah membutakan hati.
Tak lagi tepati.

[Ths '98 ~ 310109]

Kasat

Jiwa tak selalu ada dalam raga.
Ingin menuai benih takdir terabaikan.
Melawan kata dan niat terbelenggu sukma.
Timbul dan tenggelam dalam ombak lautan.

Menyusuri keindahan tak kasat mata.
Idamkan kebahagiaan semu tak kunjung tiba.
Aku lelah, aku letih menunggunya.
Aku terbawa, hanyut dan terlena.

Koyak hati ini dalam penantian.
Tak mampu melanjutkan petualangan.
Terjatuh dan tak ingin bangkit.
Kenangan nya jangan pernah diungkit.

[Ths '98 ~ 310109]

Kau Kekasihku

Sayup nampak dirimu
Malaikat elok tak bersayap
Tak henti ku kejar kau
Dan derita ku lalui
Kita pun bersatu

Namun ku tak kuasa
Aku manusia bukan dewa
Bukan Tuhan bukan roh
Ku punya kesalahan
Mutiaramu berlinang

Ku menyesal ku memohon
Aku tahu salahku
Aku rindu senyummu
Aku rindu cintamu
Hampa ku tanpamu

Kau beriku hatimu
Kau terima jiwaku
Walau semua salahku
Ku tahu kau sakit
Tapi bukan kehendakku

Kini yang terakhir
Tak kusiakan hati ini
Gejolak rinduku mendalam
Kan ku peluk erat
Namun ku tak bisa

Ku berharap nanti
Kita kan nyata menyatu
Genggam tanganku erat
Tak ku rela kau pergi
Kau kekasihku

Requnix
301208

Tak Meragu

Ketika ku dengar suaramu
Masih ada rasa sayang untukku disana
Samar juga kudengar kau masih merinduku
Walau hanya sebatas suara

Aku tak ingin ragu akan kasihmu untukku
Aku tak mau, meski terkadang rasa itu muncul
Aku telah meyakinkan diriku akan cintamu
Dan aku tau, masih ada tempat dihatimu untukku

Meski jarak membentang lebar diantara kita
Meski raga tak pernah bersentuhan
Ku bisa merasakan belai kasihmu
Aku selalu merindukan dirimu

Ths '98
181108

Arti sebuah Pengharapan

Sayang....
Masihkah ada cinta untukku
Disini aku menunggu hadirmu
Yang kau janjikan kala itu
Tak terbias harapku padamu

Sayang....
Aku masih menginginkan dirimu sebagai pendampingku
Tak terbatas kata ini tuk nyatakan cinta untukmu
Ku ingin penantian ini segera berakhir
Walau mungkin aku harus melawan takdir

Sayang....
Telah kusiapkan tempat di hati ini
Menanti hadirmu tuk mengisi
Aku tak tau kapan hari itu kan tiba
dan aku tau pengharapan ini tak akan berakhir hampa

Ths '98
161108

Doa Ku

Kau telah meninggalkan ku
Pergi dari hidup ku mulai langkah baru
Tak indah kau di mata
Tapi….ku tak mampu mencegah

Tak terasa, berlinang mataku
Bila kembali teringat kenangan dulu
Kala masih bersama mu disana
Tapi…ku tak mampu mencegah

Hari ini adalah hari mu
Hari yang selalu kau tunggu
Aku tak lupa akan ini
Walau kau tak lagi bersama ku

Selamat ulang tahun adik manis ku
Sukses dan bahagia selalu bersama mu
Bait-bait indah menyertai perjalanan mu
Selalu kusematkan dalam setiap doa ku

Ths ‘98
101108

Mimpi Buruk

Tergelar tabir sutra berwarna merah
Menutup gerbang hati terluka
Pahit dan sakitnya cinta menggores
Menyisakan perih akan luka itu

Menghilang aku dari dunia ini
Mungkin hanya untuk sementara
Walau berat aku tetap melangkah
Tinggal asa yang buatku bertahan

Seolah dikebiri rasa sakit hati
Aku tak mampu menghadapi perbedaan
Kelam masa lalu, hitam masa depanku
Terkias dalam mimpi buruk disetiap malamku

Ths '98

091108

Menunggu

Datanglah kasih, aku selalu menunggu.
Peluk dan dekap aku, lepaskan rindu.
Telah lama kunanti, waktu tak kunjung berlalu.
Menahan rasa ini, melampiaskan rinduku.

Jangan kau pergi lagi dari dunia ku.
Tak kuasa ku memendam rasa ini tuk bersama.
Tak sanggup ku menahan rindu, selalu menghantui.
Tiupan sang bayu tak lenyapkan sepi ini.

Ku ingin kau jadi pendamping raga ku.
Ku ingin kau jadi pengisi jiwa kosong ini.
Belahan hati, jiwa dan raga.
Tak terberai masa, dalam mimpi abadi.

Ths '98
041108

Izinkanlah Aku

Aku tak bisa memahami.
Apa mungkin aku tak akan pernah.
Tak lelah aku meyakini diri ini.
Dan tak bisa kupungkiri bahwa aku menyayangimu.

Tak ku berhenti berharap meski ku ingin.
Kau ada menemani setiap derap langkah ku.
Berjalan dan berlari menyusuri lembah asa.

Izinkanlah aku tuk menapak jalanan mu.
Izinkanlah aku tuk berbagi suka dan duka mu.
Terbersit mata ini memandang tahta dunia.
Tahta yang mungkin tak bisa menjadi nyata.

Ths '98
011008

Esok

Lantunan lagu sendu mengiringi langkah demi langkah ini
Kalbu gelap semakin kelam tak terbias temaram cahaya matahari
Akankah esok menjadi lebih terang demi waktu yang akan berganti
Terusik nafsu amarah mengibas kesunyian terkurung abadi

Ths ‘98
240908

Jahanam Cinta

Begitu cintakah engkau kepadaku ketika ku akan pergi kau melarangku.
Begitu sayangkah engkau kepadaku hingga kematianku membuatmu menangis.
Jangan ratapi aku, jangan tangisi aku, wahai kau jahanam cinta.
Jauhi dan pergilah dari hidupku dan jangan pernah kau kembali.

Hidup indah ini telah terusik oleh bangsat bangsat tak bermoral.
Orang orang biadab perusak martabat tak tahu arti benci.
Lelah aku menangisi mu, kering air mata ini.
Janganlah kau datang tuk berikan penderitaan baru untukku.

Ths '98
230908

Labels